185 Personel Damkar Terjun Padamkan Kebakaran di Kebayoran Lama Jaksel

Jakarta, Negeri Bersatu Indonesia

Insiden

kebakaran

terjadi di Jalan Haji Salihun, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (

Jaksel

) pada Selasa (28/7) malam. Kebakaran dilaporkan oleh warga sekitar pukul 18.48 WIB.

“Objek rumah tinggal,” demikian dikutip dari data Command Center Damkar.

Sebanyak 28 unit mobil damkar dan 185 personel dikerahkan ke lokasi kejadian untuk memadamkan si jago merah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 18.55 WIB. Api kemudian berhasil dilokalisir sekitar satu jam kemudian atau pada pukul 20.05 WIB dan dilanjutkan proses pendinginan pukul 20.12 WIB.

“Situasi/status kebakaran proses pendinginan (kuning),” ujarnya.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab kebakaran tersebut.

Informasi soal kebakaran tersebut turut beredar di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Instagram @jakarta.terkini, terlihat api menyala dari lokasi kejadian. Dalam keterangan unggahan itu juga disebutkan api terlihat cukup jelas dari Stasiun Kebayoran Lama.

“Terjadi kebakaran di Kawasan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan malam ini, Selasa (28/7/2026). Kobaran api cukup besar terlihat jelas dari Stasiun Kebayoran Lama, Belum diketahui pasti objek yang terbakar dalam peristiwa tersebut,” demikian keterangan dalam unggahan itu.

[Gambas:Instagram]

(dis/dal)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Negeri Bersatu]

Baca lagi: Menaker Sebut Gaji Peserta Magang 2027 Bakal Naik Ikuti UMP

Baca lagi: Apa Itu Kuota Internet Rollover yang Diminta MK ke Operator Seluler?

Baca lagi: Emma Roberts dan Cody John Resmi Menikah

One Response

  1. Ulasan komprehensif yang ngebantu banget memperluas wawasan saya seputar topik ini. Makasih admin. Sekadar berbagi info tambahan, ada bahasan pelengkap yang lumayan oke di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320302394_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320029553_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320419902_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320692171_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297046939_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320695015_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297223965_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297007645_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320485967_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297217538_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297620949_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320217745_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320024371_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297255475_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320684387_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320410605_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297035082_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297489108_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296888055_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297244130_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320095457_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297392498_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297133059_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297231887_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320404178_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320324625_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320730084_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320611773_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297393871_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297024822_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297601450_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296903241_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320734455_htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: