
Jakarta, Negeri Bersatu Indonesia
—
Pemerintah
Aceh
menggelar peringatan 21 tahun
tsunami
yang menghantam wilayah itu lebih dari dua dekade lalu di tengah bencana
banjir
dan longsor.
Acara bertajuk “Peringatan Tsunami ke-21 & Doa Bersama Musibah Banjir-Longsor Aceh” digelar di Masjid Raya Baiturrahman Aceh pada hari ini, Kamis (26/12) pukul 08.00-11.00.
“Acara ini merupakan wujud refleksi, pembelajaran, dan doa bersama untuk Aceh yang lebih kuat dan penuh harapan,” demikian rilis resmi pemerintah provinsi Aceh melalui situs Museum Tsunami.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam banner yang ada situs resmi Museum Tsunami, peringatan ini akan menghadirkan Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dan akan diisi ceramah oleh Abdul Somad.
Aceh dilanda gelombang tsunami dahsyat usai diguncang gempa dengan magnitudo 9,1 pada 26 Desember 2004. Bencana ini disebut-sebut jadi tragedi paling mematikan dalam sejarah modern.
Akibat bencana itu, lebih dari 200 ribu jiwa dilaporkan meninggal, ribuan infrastruktur hancur, dan perekonomian di Aceh lumpuh.
Selama dua dekade, Aceh berusaha pulih dan bangkit. Namun, pada akhir November lalu banjir dan longsor menghantam wilayah ini beserta dua provinsi lain yakni Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Imbas bencana ekologis terbaru itu, sebanyak 1.135 orang meninggal, 173 masih hilang, dan 157.838 rumah terdampak.
Bencana tersebut juga menyebabkan jalan atau akses penghubung terputus sehingga beberapa daerah sulit dijangkau.
(ans/agt)
[Gambas:Video Negeri Bersatu]
Baca lagi: Ini Respons Aura Kasih Soal Gosip Jadi Selingkuhan Ridwan Kamil
Baca lagi: Layanan Pertanahan Tetap Buka Saat Libur Nataru, Ini Jadwalnya
Baca lagi: Prediksi Formasi Mengerikan Persib Jika Maarten Paes dan Joey Gabung


