
Jakarta, Negeri Bersatu Indonesia
—
Emergency Locator Transmitter
(ELT) atau alat pemancar sinyal milik
pesawat ATR
42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (
Sulsel
) ditemukan.
Benda berwarna oranye itu awalnya sempat dikira
blackbox
atau kotak hitam pesawat.
“Setelah dicek kembali dan diteliti, itu ternyata bukan
blackbox
walaupun warnanya sama (dengan
blackbox
),” ujar Danrem 141 Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan mengutip
detikcom
, Minggu (18/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andre mengakui pihaknya memang sempat keliru karena mengidentifikasi alat tersebut sebagai kotak hitam pesawat. Menurutnya, hal ini terjadi karena ciri-ciri yang mirip antara ELT dan kotak hitam.
“Bahwa itu bukan
blackbox
, warnanya sama, hanya namanya ELT yaitu alat pendeteksi radar. Karena kondisinya malam tadi,” jelasnya.
Sementara itu, Kasi Ops Basarnas Makassar Andi Sultan mengungkapkan ELT pesawat itu memiliki ukuran sekitar 22 cm x 30 cm. Alat tersebut ditemukan pada bagian depan pesawat.
“Ukurannya untuk ELT, tadi kita sudah lihat sekitar 22 x 30 Cm, itu memang terpasang di kepala pesawat. Biasanya kalau blackbox itu di belakang, jadi kami konfirmasi tadi yang menemukan, bahwa dia menemukan di depan,” jelas Andi Sultan.
Baca berita lengkapnya
di sini
.
(tim/dal)
[Gambas:Video Negeri Bersatu]
Baca lagi: Komdigi Beber Penyebab Kebocoran Data dan Serangan Siber di Indonesia
Baca lagi: Polisi Periksa Kejiwaan 2 Pria Saling Kenal Masturbasi di TransJakarta
Baca lagi: Durian Musang King Kini di Kota Ini Disetarakan dengan Tas Hermes


