Kapolri: Kebijakan First In First Out Cegah Penumpukan di Pelabuhan

Jakarta, Negeri Bersatu Indonesia

Kapolri Jenderal

Listyo Sigit Prabowo

mendorong adanya kebijakan

First In First Out

(FIFO) di pelabuhan selama periode arus balik dan mudik

Lebaran 2026

.

Hal tersebut disampaikan Kapolri dalam rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat 2026 di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan, Senin (2/3).

Kapolri mengatakan hal itu diperlukan untuk menekan potensi adanya penumpukan masyarakat yang hendak menyebrang dari Pulau Jawa menuju Sumatera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan menjelaskan selama periode Lebaran ada 3 Pelabuhan yang beroperasi untuk melayani penyeberangan antara Pulau Jawa dan Sumatera.

Rinciannya yakni Pelabuhan Merak dengan 7 dermaga, Pelabuhan Ciwandan dengan 3 Dermaga dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya khusus untuk truk.

“Ada situasi hijau pada saat arus lancar, situasi kuning pada saat kendaraan sampai dengan pintu masuk pelabuhan dan situasi merah pada saat buffer zone di PT SMI dan di Jalan Lingkar sudah tidak bisa menampung,” ujarnya.

Oleh karenanya, Sigit mengatakan penerapan kebijakan FIFO dapat membantu mencegah penumpukan penumpang. Sebab seluruh masyarakat dapat langsung diangkut ke kapal jika memang sudah berada di lokasi.

“Khususnya di puncak arus mudik, kami menyarankan bahwa kita menggunakan metode

First Come First In

,” tuturnya.

“Karena kalau kita melihat dari kapan dia membeli tiket kapal dan kemudian harus masuk sesuai dengan tanggal yang ada di tiket kapal, ini juga akan mengakibatkan terjadinya potensi penumpukan,” imbuhnya.

(tfq/isn)

[Gambas:Video Negeri Bersatu]

Baca lagi: IIMS 2026 Siap Digelar, Dyandra Siapkan Strategi Baru & Tren Terkini

Baca lagi: Polri Gelar Operasi Ketupat Mulai 13 Maret, Siapkan 2.746 Posko Mudik

Baca lagi: Misbakhun Ungkap Dampak Ngeri Perang Timur Tengah ke APBN – Daya Beli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: