Menhut Sorot Perlindungan Lahan Basah Berbasis Pengetahuan Tradisional

Jakarta, Negeri Bersatu Indonesia

Menteri Kehutanan (

Menhut

) Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya perlindungan dan pengelolaan

lahan basah

berbasis pengetahuan tradisional.

Ia berharap lahan basah menjadi kawasan dengan biodiversitas tinggi dan menjadi sumber ekonomi untuk masyarakat pesisir.

“Kita berharap Lahan basah bukan hanya tanah yang basah, tetapi kawasan dengan biodiversitas yang sangat tinggi, sumber ekonomi yang baik, sekaligus memiliki kemampuan penyerapan karbon yang sangat besar,” kata Raja Juli dalam keterangan tertulis, Jumat (6/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan kemajuan ilmu pengetahuan modern telah membawa banyak progres dalam pengelolaan kehutanan dan lingkungan. Namun, kearifan lokal tetap memiliki peran strategis sebagai sumber pengetahuan yang harus diakui dan dirayakan.

“Masyarakat kita sejak dulu sudah sangat terbiasa dengan sistem pasang surut, sistem pertanian di lahan basah, hingga memahami pola migrasi burung di kawasan basah sejak zaman nenek moyang,” katanya.

“Hal-hal seperti ini perlu kita institusionalisasikan untuk melengkapi riset-riset yang dilakukan oleh universitas dan lembaga-lembaga kita,” imbuh dia.

Raja Juli juga menegaskan komitmen Indonesia sebagai anggota Konvensi Ramsar, dengan telah mendaftarkan delapan situs lahan basah penting.

Ia mengatakan Indonesia dianugerahi kekayaan lahan basah yang luar biasa, sehingga perlu adanya kerjasama dan kolaborasi semua pihak baik nasional maupun internasional.

“Sekitar 23 persen mangrove dunia berada di Indonesia, dan kita juga memiliki gambut tropis terbesar di dunia. Ini adalah titipan dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang harus kita jaga bersama-sama,” katanya

Head of Development Cooperation and Counsellor, Embassy of Canada to Indonesia Ms. Alice Birnbaum mengatakan pihaknya bangga dapat bekerjasama dengan Kementerian Kehutanan.

Ia juga mengaku berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem mangrove dan masyarakat pesisir.

“Mangrove ini tidak hanya indah tapi juga diakui secara global sebagai penopang keanekaragaman hayati dan pondasi bagi ekosistem,” katanya.

(yoa/dal)

[Gambas:Video Negeri Bersatu]

Baca lagi: Said Abdullah Soroti Independensi MSCI di Balik Anjloknya IHSG

Baca lagi: Untung365 Situs Login Alternatif Informasi Berita Pinjaman | Siklon Tropis Makin Dekat Daratan, BMKG Ungkap…

Baca lagi: Titik Perayaan Imlek di Jakarta, Ada Barongsai di Sudirman-Thamrin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: