PBNU: Angkatan Muda NU Pelapor Pandji Bukan Bagian dari Organisasi

Jakarta, Negeri Bersatu Indonesia

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (

PBNU

) Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil menegaskan kelompok yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama bukan bagian dari organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam itu.

Sebelumnya pihak yang mengatasnamakan Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah melaporkan komika

Pandji Pragiwaksono

ke Polda Metro Jaya terkait materi pertunjukan komedi tunggal atau

stand up comedy

bertajuk

Mens Rea

.

Ulil menegaskan tidak ada lembaga, badan otonom NU, maupun perkumpulan NU yang bernama Angkatan Muda NU.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kalau representasi PBNU jelas tidak,” kata Gus Ulil melansir

NU Online,

Jumat (9/1).

Menurutnya, sejak dulu banyak kelompok atau individu yang melakukan berbagai aktivitas dengan mengatasnamakan NU.

Ia mengatakan hal itu tidak terlepas dari karakter NU sebagai organisasi besar yang bersifat terbuka.

“Tetapi sejak dulu kan banyak orang bikin ini itu atas nama NU. Karena NU itu sifatnya terbuka, ya memang siapa saja bisa bikin lembaga atas nama NU,” katanya.

Ia menjelaskan sejumlah gerakan yang muncul atas nama NU biasanya bersifat spontan dan temporer. Bahkan, sebagian hanya bertahan dalam hitungan jam.

“Ada yang mau demo untuk isu tertentu, bikin gerakan atas nama NU. Umurnya mungkin hanya beberapa jam saja, karena setelah jamnya lewat, gerakan itu ya ndak ada lagi. Itulah uniknya NU,” ujar Gus Ulil.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya ruang humor di tengah kehidupan masyarakat.

Sesali aksi pelaporan Pandji

Gus Ulil menyayangkan jika seorang komedian yang bertugas menghibur publik justru harus dilaporkan untuk berhadapan dengan proses hukum.

“Kita butuh banyak ketawa di negeri ini. Kasihan kalau komedian yang bikin banyak orang tertawa harus dilaporkan ke aparat hukum. Humor adalah

koentji

,” katanya.

Sebelumnya, laporan terhadap Pandji dibuat pihak yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah dan teregister dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026.

Pelapor sekaligus Presedium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid mengatakan laporan dilayangkan karena materi komedi yang disampaikan Pandji dalam acara ‘Mens Rea’ dinilai menghina dan menimbulkan kegaduhan.

“Kami melaporkan bahwa ada kasus yang menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media,” kata Rizki kepada wartawan dikutip Kamis (8/1).

“Satu orang (yang dilaporkan), seniman stand up comedian yang belakangan ini sangat ramai diperbincangkan, inisial P,” sambungnya.

Rizki juga menilai materi

standup comedy

Pandji itu berpotensi memecah belah dan menimbulkan keresahan, khususnya di kalangan anak muda NU dan Muhammadiyah.

“Narasi fitnahnya adalah menganggap bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis yang terus kemudian ini disampaikan seolah-olah NU dan Muhammadiyah mendapatkan tambang begitu karena imbalan begitu ya imbalan karena telah memberikan suaranya terhadap kontestasi pemilu yang kemarin,” ucap dia.

Belakangan, Polda Metro Jaya membenarkan adanya laporan polisi terhadap komika Pandji Pragiwaksono buntut materi

standup comedy

-nya di acara ‘Mens Rea’.

“Benar bahwa 8 Januari ada laporan dari masyarakat atas nama [inisial] RARW,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan.

Ia menjelaskan laporan itu tentang dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama berkaitan dengan pernyataan Pandji di ‘Mens Rea’.

“Penyidik akan melakukan klarifikasi dan analisa barang bukti, agar masyarakat tetap bijak dalam menyampaikan infotmasi. Beri ruang bagi penyelidik dan penyidik dalam proses penegakan hukum,” ujarnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis,

Negeri BersatuIndonesia.com

belum mendapatkan pernyataan resmi dari Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah terkait pihak yang mengatasamakan Aliansi Muda Muhammadiyah yang turut memolisikan Pandji tersebut.

Selain itu,

Negeri BersatuIndonesia.com

pun belum mendapat pernyataan resmi dari Pandji maupun perwakilannya terkait pelaporan di Polda Metro Jaya atas materi pertunjukan ‘Mens Rea’ itu.

Mens Rea

adalah tur pertunjukan

Stand Up Comedy

yang digelar Pandji beberapa waktu lalu. Puncak dari tur

Mens Rea

itu adalah di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (30/12/2025). Pertunjukan yang ditonton sekitar 10 ribu orang itu kemudian dirilis tanpa sensor pada platform

Netflix.

Materi

stand up comedy

Pandji dalam Mens Rea secara garis besar mengulas isu politik dan sosial kekinian dengan gaya kritis, dan mengajak audiens bermain dengan logika jenaka.

(yoa/kid)

[Gambas:Video Negeri Bersatu]

Baca lagi: Kehidupan 3 Zodiak Ini Bakal Kurang Beruntung di 2026, Kamu Termasuk?

Baca lagi: Segera Disidang, 34 Tersangka Pesta Seks Gay Surabaya Dilimpahkan

Baca lagi: Sariwangi Akan Jadi Milik Djarum Usai Dibeli Rp1,5 T

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: