Penjelasan Pihak PB XIV Purbaya soal Gabung Ormas GRIB Jateng

Jakarta, Negeri Bersatu Indonesia

Juru bicara

Paku Buwono XIV

Purbaya, KPA Singonagoro buka suara mengenai PB XIV Purbaya menjadi Pembina Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (

GRIB

) Jaya Jawa Tengah (Jateng).

Ia mengatakan kebersamaan Purbaya dan ormas GRIB itu tidak terafiliasi dengan kelembagaan Keraton Solo.

“Perlu kami tegaskan bahwa kehadiran dan peran tersebut tidak dimaknai sebagai afiliasi kelembagaan, serta tidak membawa institusi Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ke dalam struktur maupun kepentingan organisasi tertentu, kehadiran itu hari Sabtu (20/12) kemarin,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (23/12).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Singonagoro lalu menceritakan bahwa mulanya Purbaya  menghadiri salah satu pesantren yang berada di Demak, Jawa Tengah. Pesantren itu diketahui didirikan GRIB.

“Kehadiran SISKS Pakoe Boewono XIV dalam kegiatan bersama Pengurus DPD GRIB Jaya Jawa Tengah berawal dari kunjungan untuk meninjau salah satu pesantren yang berada di Kabupaten Demak, yang didirikan dan dikelola oleh pengurus setempat,” ungkapnya.

“Di lokasi pesantren tersebut juga terdapat Dapur MBG yang menjadi bagian dari kegiatan sosial kemasyarakatan,” sambung Singonagoro.

Menurutnya, kehadiran Paku Buwono XIV Purbaya merupakan bagian dari silaturahmi serta perhatian terhadap kegiatan pendidikan, keagamaan dan sosial yang berkembang di Masyarakat.

Pertemuan tersebut, kata dia, berlangsung secara terbuka.

“Kunjungan tersebut merupakan bagian dari silaturahmi serta perhatian SISKS Pakoe Boewono XIV terhadap kegiatan pendidikan, keagamaan, dan sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka, sederhana, dan penuh keakraban,” ujarnya.

Dari kejadian tersebut, Paku Buwono XIV Purbaya diminta menjadi pembina di GRIB Jawa Tengah. Permintaan tersebut, sebagai penghormatan personal pada Paku Buwono XIV Purbaya.

“Dalam kesempatan tersebut, SISKS Pakoe Boewono XIV dimintai kesediaannya untuk berkenan menjadi salah satu pembina. Permintaan tersebut dipahami sebagai bentuk penghormatan secara personal kepada beliau sebagai tokoh adat dan budaya, dengan penekanan pada pemberian nasihat moral, kebangsaan, serta nilai-nilai kearifan lokal,” jelasnya.

“SISKS Pakoe Boewono XIV senantiasa menempatkan setiap ruang pertemuan sebagai sarana memperkuat persaudaraan, keteduhan, dan harmoni sosial, seraya tetap berpegang pada

paugeran

dan nilai adiluhung Karaton,” tambah Singonagoro.

Ia mengatakan Keraton Solo tetap berdiri sebagai lembaga adat yang budaya yang memiliki jarak sama dengan semua golongan. Selain itu, dia pun menjelaskan soal langkah yang dilakukan Purbaya.

“Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat tetap berdiri sebagai lembaga adat dan budaya yang menjaga jarak yang sama dengan seluruh golongan. Sinuhun (Paku Buwono XIV Purbaya) merangkul semua elemen dan menerima kehormatan ini dengan baik,” ujar Singonagoro.

Baca berita lengkapnya

di sini

.

(kid/gil)

[Gambas:Video Negeri Bersatu]

Baca lagi: Bakti BCA Salurkan Bantuan dan Bangun Fasilitas Air Bersih di Sumatra

Baca lagi: Hasil Piala AFF Futsal U-16: Indonesia Kalahkan Myanmar 4-2

Baca lagi: Apakah Susu Kental Manis Bukan Susu? Cek Faktanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: