Tanggap Darurat Berakhir, Sumut Tetapkan Pemulihan Bencana 3 Bulan

Medan, Negeri Bersatu Indonesia

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution

menetapkan wilayah Sumut memasuki masa transisi dari status tanggap darurat bencana menuju pemulihan pascabencana banjir dan longsor. Status tanggap darurat bencana di Sumut resmi berakhir pada 31 Desember 2025.

Bobby mengatakan fase transisi ini akan difokuskan pada percepatan penanganan dampak bencana, terutama pemulihan kehidupan masyarakat terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Insyaallah kita masuk ke fase transisi, percepatan penanggulangan pascabencana ini menjadi poin penting,” ujar Bobby, Jumat (2/1).

Bobby menjelaskan masa transisi tersebut akan berlangsung selama tiga bulan hingga Maret 2026. Selama periode ini, pemerintah daerah akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana.

“Tiga bulan ya, sampai Maret 2026,” ujarnya.

Menurut Bobby, seluruh korban yang telah terdata akan menjadi fokus utama pemulihan, mulai dari perbaikan rumah, infrastruktur, hingga pemulihan sektor ekonomi.

Pemerintah Provinsi Sumut menargetkan proses pemulihan berjalan lebih cepat agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat kembali normal.

“Korban bencana yang hari ini sudah terdata, kebutuhannya kita juga sudah data, kebutuhan itulah yang harus kita penuhi sekarang, baik rumah, infrastruktur, area pertanian, area usaha, UMKM mereka, dagangan mereka, ini yang menjadi fokus kita sekarang,” ujarnya.

Bencana banjir bandang dan longsor menerjang sejumlah kabupaten kota di Sumatra Utara sejak 24 hingga 26 November 2025.

Kemudian Gubernur Sumatera Utara menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor di wilayah Sumut pada 27 November-10 Desember 2025.

Lalu status tersebut diperpanjang pada 11-24 Desember 2025 dan diperpanjang kembali pada 24- 31 Desember 2025.

Berdasarkan data Pusdalops PB BPBD Provinsi Sumut per 1 Januari 2026, tercatat 366 orang meninggal dunia dan 60 orang lainnya masih hilang. Bencana tersebut menyebabkan 1.803.549 jiwa terdampak di 19 kabupaten/kota, dengan 14.430 jiwa yang mengungsi.

(fra/fnr/fra)

[Gambas:Video Negeri Bersatu]

Baca lagi: Bulog Ungkap Stok Beras di Aceh-Sumut Usai 70 Ribu Ha Sawah Terendam

Baca lagi: Trump Ancam Iran Jika Berani Bunuh Pedemo: AS Sudah Siaga!

Baca lagi: Pengungsi Banjir Bandang Maninjau Agam Bertambah Jadi 428 Orang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: